AGAMA KRISTEN
Presentasi berjudul: "BERSIKAP KRITIS TERHADAP NILAI-NILAI UNIVERSAL"
1
BERSIKAP KRITIS TERHADAP
NILAI-NILAI UNIVERSAL
2
NILAI ? NORMA ? NILAI DAN NORMA
3
NILAI NORMA
4
NILAI Perasaan tentang apa
yang diinginkan atau tidak Diinginkan yang dapat mempengaruhi perilaku
Seseorang Dapat berubah, tergantung kekuatan kepribadian Seseorang dan
lingkungan yang mempengaruhinya
5
Nilai yang dirumuskan untuk
menjadi ukuran, patokan Dalam menilai tindakan dan perilaku manusia
disebut NORMA… NORMA : hasil kesepakatan bersama di dalam suatu
Masyarakat, sehingga setiap anggota dapat menerimanya Dan mentaatinya
dalam kehidupannya Jadi, norma adalah petunjuk-petunjuk untuk hidup yang
Berupa perintah atau larangan agar setiap manusia Berperilaku sesuai
dengan norma Dibuat dengan tujuan untuk menciptakan ketertiban,
Kedamaian, serta kerukunan dalam kehidupan bersama di Tengah-tengah
masyarakat
6
Abad 18-19 orang Eropa
bekerja dengan jujur Bulan Ramadhan umat muslim berpuasa Poligami vs
Monogami Makan di meja makan
7
Kekayaan dan Kebahagiaan
Kekuasaan Kemahsyuran Persahabatan Nilai-nilai Universal di
tengah-tengah Masyarakat
8
Nilai dan Norma Kristiani
Sepuluh Perintah Allah (Kel. 20:1-17) Mengasihi Allah dengan segenap
hati, Segenap jiwa, segenap akal budi, dan Segenap kekuatan kita (hukum
1-4) Mengasihi sesama manusia seperti Mengasihi diri sendiri (hukum
5-10)
9
I KORINTUS 13:4-8 Sabar
Murah Hati Tidak Cemburu Tdk memegahkan diri Tdk sombong Tdk Pemarah
Bersukacita Karena kebenaran Menutupi, percaya, sabar menanggung Segala
sesuatu Melakukan yang sopan & tdk mencari keuntungan sendiri
10
1 Mat 5:44 2 Mat 22:35- 40 3 Mrk 12:28- 34 4 Luk. 6:27- 35 5 Luk 10:25- 37BAB II
PERNYATAAN ALLAH
PENYATAAN TUHAN 1. Hakekat, Kemungkinan dan Tujuannya 1. Hakekat Penyataan Allah Yang dimaksud dengan penyataan Allah ialah tindakan Allah untuk menyatakan atau memperkenalkan diriNya kepada Manusia, yang menjadikan manusia dapat kenal Allahnya atau mempunyai pengetahuan tentang Allahnya.Semua agama didasarkan atas keyakinan bahwa Allah atau “Yang dipertuhan” memeprkenalkan diri kepada manusia, sehingga manusia kenal Tuhannya, sekalipun pengenalan itu tidak sempurna. Karena pengenalan itulah maka manusia dapt menyembah Tuhannya. Pada umunya agama – agama mengeajarkan, bahwa Tuhan memperkenalkan diriNya dan kehendakNya kepada manusia dengan perantaraan bisikan ilahi, artinya : Tuhan memperkenalkan diriNya dan kehendakNya dengan memperfungsi sebagai imam atau pendeta (agama suku murba), maupun berfungsi sebagai rsi (agama Hindu), atau nabi (agama Islam) atau guru/kyai (kebatinan). Di Kej 12 : 1 – 3 kita mendengar Allah berfirman kepada Abraham supaya ia pergi dari negerinya dan dari sanak saudaranya seta dari rumah bapanya kepada ke negeri yang akan ditunjukkan Allah kepadanya dengan Janji, bahwa Allah akan menjadikan Abraham menjadi bangsa yang besar, dan menjadikan dia berkat bagi para bangsa. Ktia tidak mendapat kesan, bahwa firman ini diberikan dengan “ bisikan ilahi’ di dalam hatinya, sebab cara pertemuan Allah dengan Abrahan ini berkali – kali di ulangi sebagi petermuan pribadi dengan pribadi, sebagai petermuan antara aku dan engkau.Di dalam P.L disebutkan juga, bahwa Allah memperkenalkan diriNya dengan memalui karya – karyaNya, baik yang dilakukan dalam bentuk penampakan – penampakan (semak duru yang menyaala, tugu awan, malaekat Tuhan dan sebaginya) maupun yang dilakukan dalam bentuk perbuatan – perbuatan besar yang menakjubkan ( menyebrangi lautan Teberau, manna, air keluar dari batu karang, dan sebagainya). Semuanya itu adalah sarana Allah guna memperkenalkan diri atau menyatakan dirinNya kepada manusia. Akan jelas bahwa segala kata – kata dan ungkapan – ungkapan yang menunjukan kepada perkenalan Allah kepada manusia itu hampir semuanya dikaitkan dengan pernyataan tentang “janji Allah”. Di dalam P.B juga ada banyaka kata yang dipakai untuk mengungkapan perkenalan atau penyataan Allah itu. Dari sekian banyak kata kata itu mungkin kata apokaluptien dan phaneroun merupakan kata yang



Tidak ada komentar:
Posting Komentar